|
Demi terjalinnya Komunikasi sesama warga Bugbug baik di perantauan maupun di desa Bugbug sendiri, kami mengundang semeton krama Bugbug yang mengunjungi web ini untuk melakukan registrasi di menu "user login" --> buat akun.
Dengan Registrasi kita ingin beberapa update informasi dapat segera anda ketahui melalui email anda yang dipakai dalam registrasi, sehingga komunikasi dan informasi sesama warga Bugbug dapat lebih cepat tersebar.
Kami yakin dengan registrasi, beberapa dokumen dan informasi yang lebih lengkap dapat anda baca dan download di web ini.
Mari kita jalin komunikasi, persaudaraan dan kebersamaan untuk menjadikan warga Bugbug lebih maju dan memiliki persaudaraan yang kuat.
|
|
Pitra Yadnya dalam Pergolakan Batin |
|
|
|
|
Ditulis oleh JMK Nyoman Sukadana
|
|
Rabu, 28 Desember 2011 10:14 |
|
PENDAHULUAN
”Panca Yadnya” yang terdiri dari Dewa yadnya, Pitra Yadnya, Rsi Yadnya, Manusa yadnya, dan Bhuta Yadnya, merupakan korban suci (yadnya) yang sudah menjadi bagian dari aktifitas umat Hindu di Indonesia khususnya di bali. Dewa Yadnya, Manusa Yadnya terutama Pitra Yadnya terlihat mendapat porsi lebih dan begitu antusias dilakukan oleh umat dibandingkan Rsi Yadnya yang menempati urutan terakhir jika kita coba urutkan, walaupun punia kepada Rsi yang diwujudkan dalam bentuk perhatian kepada Pinandita/Pemangku, dan Pandita, yang berwujud pakaian pemangku, sesari dan sejenisnya dimana secara nilai uang tidak besar dibandingkan dengan yadnya lainnya, namun hal ini belum menjadi bagian yang penting bagi umat bahkan sering terabaikan, semoga kedepan umat bisa menempatkan Panca Yadnya ini sebagai yadnya yang sama pentingnya. Dalam tulisan ini kita akan coba melihat fenomena ”Pitra Yadnya” yang sedang mengalami dinamisasi dari sisi : upakara, pemuput, dana, dan lainnya dimana secara psychologis akan menimbulkan pergolakan batin bagi umat karena merubah sesuatu yang sudah ada sejak dulu perlu keberanian juga wiweka serta dasar sastra agama, dan disinilah peran Sang Wiku menjadi kunci utamanya.
Read 0 Comments... >> |
|
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 28 Desember 2011 14:12 |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Nyoman Sukadana
|
|
Senin, 20 Juni 2011 04:18 |
|
PEMANGKU dan BALIAN
”Pemangku & Balian” sesungguhnya mempunyai makna dan fungsi yang berbeda, dimana dewasa ini di masyarakat pengertian kedua tugas ini menjadi kabur. Masyarakat banyak yang tidak faham perbedaannya sehingga kepada Pemangku datang nunas tamba dan kepada Balian rawuh nunas pemuput (nganteb) suatu upacara. Kekeliruan ini juga bukan sepenuhnya menjadi kesalahan masyarakat karena banyak juga Pemangku yang menggunakan standard ganda artinya nganteb ”ya”, me-tamba(ngusada) ”nggih”. Kekeliruan dilingkungan Pemangku ini kadang juga karena ketidak jelasan pemahaman ”nunasang” dengan ”nambanin”. Dalam lontar Raja Purana Gama serta ketetapan Mahashaba II disebutkan yang tergolong Eka Jati (melalui Pawintenan) disebut ada 12 jenis Pemangku, termasuk disini Pemangku Balian, Pemangku Undagi, dll padahal banyak Balian yang tanpa melalui Pawintenan dan melakukan praktek Ngusada, sehingga maknanya menjadi rancu, itulah sebabnya dalam tulisan ini dipisahkan pengertian Pemangku dan Balian secara fungsionil dan prakteknya, walaupun tidak mudah membedakannya karena ini menyangkut hati nurani, terkait niskala, dan pemahaman masyarakat atau Pemangku dan balian tersebut yang akan tergantung kepada atmanastuti (manah/keneh).
Read 0 Comments... >> |
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 05 Agustus 2011 00:02 |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Admin
|
|
Jumat, 17 Juni 2011 16:39 |
|
Ngaben masal yang diwacanakan IWB Singaraja dan Prajuru Desa Adat Bugbug tidaklah bertentangan dengan filsafat agama dan budaya, demikian intisari dari pembahasan ngaben masal di paruman Nayaka tanggal 29 Mei 2011 yang baru lalu.
Read 0 Comments... >> |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Nyoman Sukadana
|
|
Jumat, 03 September 2010 22:57 |
|

“Agama Hindu” oleh para ahli disebutkan lahir 1.500 Sebelum masehi, ada yang menyebut 6.000 tahun Sebelum Masehi, dan seterusnya, ini hanya merupakan petunjuk saja dan suatu cermin pada tingkat pengetahuan yang diyakini oleh para ahli tersebut.
Read 1 Comments... >> |
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 06 September 2010 00:00 |
|
Baca Lebih Detail
|
|
|
IWB Buleleng Segera Merealisasikan Wacana Ngaben Masal |
|
|
|
|
Ditulis oleh InfoIWB
|
|
Sabtu, 28 Agustus 2010 16:48 |
|

Wacana jangan jadi sekedar wacana, tidak ingin menjadikan ngaben masal hanya sekedar wacana, IWB Buleleng mulai merintis merealisasikan wacana tersebut. Bertempat di wantilan arena Kampung Anyar Singaraja, Pengurus IWB Buleleng beserta penasehat dan sesepuh menggelar persiapan-persiapan merealisaskan wacana ngaben masal.
Read 1 Comments... >> |
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 06 September 2010 00:00 |
|
Selengkapnya...
|
|
Analisis SWOT : Tantangan Menjadikan Bugbug Kawasan Wisata |
|
|
|
|
Ditulis oleh I Wayan Ardika
|
|
Sabtu, 30 Januari 2010 22:26 |
|
Sesuai Perda No 8 Tahun 2003, yakni penetapan Kawasan Pariwisata Candidasa yang membentang dari Pantai Bias Tugel (Desa Padang Bai) ke arah Timur sampai Pantai Jasri Kelod, sepanjang 24 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer dari garis pantai. Luas efektif Kawasan Pariwisata Candidasa adalah 2400 Hektar. Potensi investasi di wilayah ini adalah Pantai Padang Bai, Pantai Buitan - Sengkidu, Pantai Candidasa, Pantai Bias Putih Bugbug.
Read 5 Comments... >>
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 03 September 2010 23:40 |
|
Baca selanjutnya
|
|
Pura Pesimpangan Betara Gde Gumang di Singaraja |
|
|
|
|
Ditulis oleh Komang Arnaya
|
|
Jumat, 11 Desember 2009 14:33 |
|
Pura Alit yang terletak di lingkungan Kebon Sari Singaraja merupakan salah satu Pura yang disungsung oleh warga Bugbug di Buleleng. Di Pura ini pula distanakan Ida Bathara Gde Gumang sesuhunan warga Bugbug, sehingga oleh banyak warga, Pura Alit ini dikenal sebagai Pura Pesimpangan Bathara Gde Gumang.
Read 0 Comments... >>
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 03 September 2010 23:21 |
|
Selanjutnya
|
|
|
PERUBAHAN SOSIOKULTURAL DESA PAKRAMAN |
|
|
|
|
Ditulis oleh Komang Sudharma, S.Pd.
|
|
Senin, 07 Juni 2010 13:01 |
|

Berbicara di ranah desa pakraman tidak habis-habisnya untuk kita ekplor, karena dibalik kemasyuran desa pakraman terdapat berbagai persoalan-persoalan ibarat gunung es yang hanya nampak di permukaan sebagian kecil persoalan, tetapi dibawahnya nampak setumpuk persoalan, kasus yang bagaikan bom waktu.
Read 0 Comments... >> |
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 03 September 2010 23:26 |
|
Selanjutnya
|
|
Perkembangan Musik Pop Daerah Bali di Bali Utara |
|
|
|
|
Ditulis oleh Gede Arya Iriana
|
|
Senin, 28 Desember 2009 23:51 |
|

Dunia hiburan dewasa ini telah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat luar biasa. Hal ini terjadi seiring dengan era globalisasi yang membuka ruang-ruang informasi, yang ditandai dengan merebaknya penyiaran televisi swasta maupun televisi daerah.
Read 6 Comments... >> |
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 03 September 2010 23:35 |
|
Selanjutnya
|
|
Menjaga Mutiara “KSAMAWAN” |
|
|
|
|
Ditulis oleh Nyoman Sukadana
|
|
Minggu, 07 Maret 2010 06:44 |
|
“Ksamawan” atau “Kesabaran” adalah sesuatu yang sangat berharga dalam diri manusia, saking berharganya tidak ada sesuatu yang bisa dipakai untuk menggambarkannya, namun sebagai simbolisasi kita sepadankan dengan “mutiara” sebagai sesuatu yang sangat berharga. Begitu berharganya mutiara kesabaran ini, maka manusia perlu menjaganya dengan baik.
Read 0 Comments... >>
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 03 September 2010 23:18 |
|
Selengkapnya
|
|
|
|
|